Layla Majnun (Pengantin Surga)


Judul            : Pengantin Surga
Penulis          : Nizami Ganjavi
Penerjemah  : Ali NUr Zaman
Penyunting   : Salahuddien Gz
Penerbit      : Dolpin, Jakarta
Cetakan       : I, Juli 2012
Tebal           : 250 Halaman
ISBN             : 978-979-17998-3-6



          Akhirnya, buku yang kucari-cari sejak dulu sudah di tangan. Ya pengantin surga, judul lamanya "Layla Majnun". Sempet baca beberpa tahun silam, tapi masih banyak yang belum ngerti maksud dari rangkaian kata-kata syair seorang Nizami. Sungguh ketika membaca ini rasanya tak ingin berhenti, terus ingin membalik-balik ke halaman berikutnya, terlena dengan keindahan kata-kata syair dari NIzami. Setelah membaca buku ini, bisa dikatakan Nizami sang raja kata, kata-kata indah, lugas, dan vulgar menghiasi karyanya ini dengan tetap mempertahankan seni kesufiannya. Indah, dan kisah yang tragis.
           Bagian yang kusuka dari buku ini, yakni di bagian "Ketika Rembulan Berjumpa Matahari":

Mutiaraku

Cukuplah kau menjadi mutiaraku

Aku akan sabar menjaga hati ini untukmu, bak kerang yang sabar bertapa didasar laut demi mutiara yang indah

Dan aku tau untuk mendapatkan itu tidak mudah, bagaikan pemburu mutiara yang rela menyelam kedasar laut 

Bertemu disaat dan keadaan yang tepat akan sangat indah bagi kita, ibarat sang pemburu yang menemukan mutiara yang sudah matang

Jika itu semua berhasil kulakukan, sungguh kau adalah mutiara yang dihadiahkan Tuhan untukku

*bolehlah sekali-kali galau hehehehe :D

MY 2nd SUMMIT MAHAMERU Part 3



22 Desember 2012
          Sekitar jam 10.15 WIB, kita memulai perjalanan dari Ranupani menuju Ranukumbolo. Saat ini dibutuhkan kaki yang akan lebih banyak melangkah, dan pundak yang lebih kuat untuk membawa tas carier yang lumayan hmmm berat hehehehe (korban film lagi zzzttt). Medan awal yang kita tempuh tidak terlalu ekstrim, memang kalo lagi hujan agak licin, karena medan yang kita lalui berupa tanah liat. Menuju ke Ranukumbolo kita harus melewati 4 pos, saat ini kita sedang melalui ranupani ke pos 1, hmmm buat yang belum pernah ndaki jaraknya lumayan sih, apalagi yang ga siapin fisik sebelum ndaki, pastinya kebih banyak istirahatnya. Jalan agak menanjak di awal-awal. Tapi setelahnya biasa tidak menanjak terus-terusan. Selama perjalanan dalam hati ku selalu berucap, hmm ini baru bener-bener hiking. Jalan yang kita lalui bener-bener ngelewati hutan belantara, jalan hanya bisa di lalui satu orang, jika ada pendaki lain salah satunya harus berhenti terlebih dahulu. Tidak jarang kita harus merunduk untuk melewati pohon-pohon yang tumbang, kanan kiri berupa rerumputan yang menjalar, dang a lupa dengan jurang-jurangnya. Pokoknya seru banget. Jarak ranupani ke pos 1 lumayan agak lama, yah hitung-hitung jadi pemanasan. Medan di depan lebih menantang dan seru lagi.

Warning!!!


Wisuda :
#107: 6-7 Juli 2013
(Yudisium Jurusan: 27-31 Mei 2013)

#108: 23-24 November 2013 (Yudisium Jurusan: 7-11 Oktober 2013)

#109:15-16 Maret 2014 (Yudisium Jurusan:3-7 Februari 2014, ITS: 13 Februari 2014)"

**Semangat 107 :D**

Diam-Diam

Ga sengaja buka FB, eh ketemu status kayak gini


hehehehe, jadi malu, makasih mama semoga ini jadi janji PreMan (Perempuan Beriman)

VIVAT 107!!!! 
:D
 
Jalan Setapak Blog Design by Ipietoon