Medure' oh Madura

Seperti sebelumnya, saya pernah menulis cerita perjalanan saya ketika berkunjung kerumah sahabat di Blitar (bisa dibaca di "Blitar bukan Balitar").Kali ini saya akan menulis lagi pegalaman perjalanan saya saat berkunjung ke pulau garam, yap MADURA :D
Sebenarnya cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu, hanya saja baru mood nulis sekarang, selain Blitar, Pamekasan, ada tempat lain yang tak kalah menarik ceritanya ada Lamongan, Bandung dll, untuk saat ini saya akan bercerita apa yang terjadi selama perjalanan ke Madura??? toreettt toreeetttt dum dum...(musik intro)
Di saat liburan semester, seperti biasa, saya sebagai anak terbuang (ups hihi) selalu ngikut berlibur, alias nimbrung, alias mencari kemakmuran hehe kerumah teman. Untuk kali ini saatnya berkunjung ke kota yang katanya merupakan kota pendidikan di Madura, yuhuuu Pamekasan. Bersama dengan tuan rumah si Bue Leesha (maaf alay namanya :p ), kita berangkat ke rumahnya dengan diantar dua orang teman sampai di bangkalan (naik motor). Setelah itu kita nunggu "Taksi" yang akan mengantarkan kita ke Pamekasan. Eh harap diperhatikan, Taksi disini bukan macam Blue bird, atau Orange atau Surabaya City gitu ya, taksi nya kayak angkot, eh emang angkot sih, cuman penduduk sini bilangnya Taksi hihihi :D
Dimulailah perjalanan dari Bangkalan, ehmm saya pikir Pamekasan itu cukup dekat, yahh kurang lebih 3 jam aja lah ya. Eh eh eh, ternyata sampai matahari terbenan kok ga sampe-sampe hiks, di tambah macetnya ketika kita tiba di pasar Blegah (semoga tulisannya bener). Hemmm, namanya pasar, ya rame deh, susah buat lewat kalo naik mobil apalagi bis. Namun kebosanan dalam perjalanan akan teebayar dengan pemandangan pantai-pantai madura yang kece-kece banget, sepanjang jalan ketika di Sampang, OMG Subhanallah, biruuuuuuuu sepanjang jalan, cantik seger pokoknya. Kata bue "Kalo aku pulang mel, yang paling aku suka ya lihat laut gini, rasanya tugas-tugas kuliah hilang semua, dan otak kembali fresh", iya sih, saya mulai merasakannya :D Eh catet, ini baru pantai yang pinggir jalan ya, saya masih penasaran dengan pantai wisata disana, pasti lebih kece (Bue wajib bawa saya ke pantai lain hihi)

Malu sama NAMA

Ayoo....
Gak boleh putus asaa...
Baru segini aja kok udah keokk....
Heii!!!
Didepan sana masih banyak tantangan yang lebih seru lagi, yang lebih keren, lebih kece,lebih gilaaa yang harus kamu lalui, dan pastinya butuh energi yang banyak....
Ayolah nikmati proses ini dengan se hepi hepi nya dirimu...
Percayalah kisah ini akan menjadi hal yang paling dirindukan kelak...
Nikmatilah.. Nikmatilah...
Saat ini tak akan terulang lagi dimasa akan datang, jangan lewatkan sedikitpun tanpa kau nikmati...
Ayoooo....
Buat apa putus asa, ga boleh ngeluh, harus bisa survive, ga boleh manja...
Keraslah terhadap dirimu, maka dunia akan lembut kepadamu
Banyak yang menaruh harapan kepadamu looo....
Jadi harus semangat, Harus serius..
Jangan takut, doa doa mereka selalu menyertaimu...
Alam akan selalu bergerak bersamamu, menemanimu menyusuri jalan kerikil ini...
Ayoo Semangaattt...
Malu dong sama NAMA sendiri...
Malu menyandang nama PRATIWI kalo mudah putus asa...
Malu kalo ga bisa ngasih apa-apa buat Indonesia...
Maluuu...
Jangan kalah sama ibu PRATIWI Sudarmono...
PRATIWI pertama yang mengharumkan Nama Indonesia...
Nama Adalah doa... Doa Ibu Bapak mu...
Semoga Nama ini menjadi doa..
dan kelak akan ada PRATIWI kedua untuk Indonesia dari diri ini...

"Dan ketika sudah tidak ada lagi yang bisa menjadi motivasimu, maka ingatlah NAMA mu, karena itu adalah doa Ibu Bapak mu"

Alhamdulillah..... 

When I was called Pratiwi.... It makes me feel Better and more Confidence :D

Akhirnya Mimpi Alay Itu...... :')

Dua foto yg paling kusuka :D :D

Apa yang kamu lakukan ketika mendengar suara sengau dari seberang pulau …..
“Amel aku pamit dulu ya, mohon doanya ya Amel” dengan suara sengaunya, “iya Hana, hati-hati ya Hana, semoga selamat sampai tujuan, semoga sukses” dan air mata pun ingin menetes “Jangan nangis ya hana”, “iya amel nggak kok” tapi suaranya sengau. Andai jarak ini bisa sementara didekatkan rasanya aku ingin memelukmu teman ku, sahabatku :’) :’)

Teringat kisah kasih kita 4 tahun lalu. Dua anak manusia yang ditakdirkan terlahir bersama di dunia pada hari dan waktu yang sama, terpisah selama bertahun-tahun, dan diumur ke 19 nya, mereka dipertemukan. Sebuah takdir yang sungguh indah. Karena alasan ini lah mereka selalu mengaku-ngaku kembar, padahal enggak sama sekali hehehe…..

Memulai perjuangan bersama di sebuah kampus yang banyak mengajarkan tentang makna sebuah persahabatan, sebuah perjuangan, dan MIMPI. Kebetulan ditahun pertama kita tinggal di satu atap, yup, Asrama ITS Blok H, asrama yang isinya nano nano, mulai dari senang, sedih, capek, kesel, stress, gila-gilaan semua ada disana, hanya lantai 4 Asrama ini yang bisa menjadi saksi bisu kisah kita :’)
 
Jalan Setapak Blog Design by Ipietoon